TOP CORETAX PAJAK SECRETS

Top coretax pajak Secrets

Top coretax pajak Secrets

Blog Article

Sejak diluncurkan, aplikasi Coretax memang belum berjalan sempurna dan terus diperbarui oleh DJP agar bisa melayani semua wajib pajak.

Melalui coretax, masyarakat memiliki akun pribadi melalui Taxpayer Portal (TP Portal). Ini memungkinkan masyarakat mengakses info lebih aman dan rahasia menggunakan teknologi pemindaian biometrik wajah dan tanda tangan electronic.

Dengan memperbaiki efisiensi dan akurasi melalui sistem Coretax, Pemerintah berharap dapat mempersempit tax gap

Konsultasi: Jika mengalami kesulitan atau kendala, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan petugas pajak atau konsultan pajak. Nah, itulah langkah-langkah detailnya. Semoga penjelasan di atas membantu Anda dalam mengkreditkan pajak masukan di Coretax dengan benar dan lancar. Ingat, ketelitian sangat penting dalam proses ini untuk menghindari masalah di kemudian hari. Jangan ragu untuk mengecek ulang data sebelum mengirimkan pengajuan. Selamat mencoba!

Sebelum menggunakan simulator tersebut, wajib pajak harus melakukan pendaftaran akun simulator coretax

Pembaruan CTAS diperlukan karena berbagai alasan penting. Pertama, untuk menyesuaikan dengan perubahan peraturan pajak yang terus berubah, sehingga memastikan kepatuhan dan akurasi pelaporan. Kedua, pembaruan ini memungkinkan pemanfaatan teknologi terbaru seperti AI dan massive facts untuk meningkatkan efisiensi.

merupakan aplikasi panduan interaktif yang dapat dipakai wajib pajak untuk mengenali fitur-fitur yang akan tersedia pada aplikasi coretax.

"Misalnya berapa jumlah pajak yang sudah kita bayarkan, berapa pajak yang jatuh tempo, berapa utang pajak kita, mungkin ada tagihan pajak dan lain sebagainya," ujar Nufransa, di acara webinar MUC Bicara Pajak April 2024.

Fitur-fitur coretax ini juga diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam manajemen pajak karena semua transaksi dapat terdokumentasi dengan baik melalui fitur more info taxpayer ledger.

 Coretax menyediakan layanan yang lebih mudah diakses, terintegrasi, dan komprehensif. Wajib pajak dapat mengakses berbagai layanan perpajakan secara daring tanpa harus datang ke kantor pajak.

Dengan adanya Coretax, DJP berharap sistem administrasi perpajakan di Indonesia semakin modern dan mendukung upaya peningkatan kepatuhan wajib pajak.

Menu ini terdiri dari eleven submenu yang memungkinkan wajib pajak untuk mengelola berbagai dokumen dan informasi terkait, antara lain:

Menurut Sri Mulyani, DJP sudah melakukan berbagai uji coba dengan 21 proses bisnis yang berubah dengan scope cluster meliputi layanan dan pengumpulan data, info analitik, pengawasan dan penegakan hukum, serta sistem pendukungnya.

Coretax menjadi sistem perpajakan terbaru untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas administrasi pajak di Indonesia menggantikan sistem perpajakan yang lama. Mungkin yang jadi pertanyaan, apa perbedaan Coretax dan sistem DJP yang lama?

Report this page